Jl. Terusan Pahlawan No.32, RW.01, Sukagalih, Kec. Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat 44151

  0888-8101-555 

  info@institutpendidikan.ac.id

Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI)

Pelaksana penjaminan mutu pada Institut Pendidikan Indonesia Garut dilakukan oleh Badan Penjaminan Mutu (BPM). Unit tersebut bertugas untuk melakukan penjaminan mutu internal  baik akademis maupun non akademis untuk menjamin kualitas input, proses, output pada Institut Pendidikan Indonesia Garut yang langsung bertanggung jawab pada Rektor.

BPM bertanggung jawab langsung kepada Rektor dan memiliki tugas sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Adapun tugas pokoknya adalah:

  1. Merencanakan pedoman Sistem Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi dan Sistem Manajemen Mutu kegiatan akademik dan non akademik;
  2. Melaksanakan Sistem Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi dan Sistem Manajemen Mutu di lingkungan Badan Penjaminan Mutu;
  3. Mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan Sistem Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi;
  4. Membina, mengawasi, mengevaluasi dan mengarahkan pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi;
  5. Membina, mengawasi, mengevaluasi dan mengarahkan pegawai di lingkungan kerjanya sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya;
  6. Kepala BPM dalam melaksanakan fungsi dan tugas pokoknya bertanggungjawab kepada  Rektor Institut Pendidikan Indonesia Garut.

Selain pada tingkat institusi, kelembagaan yang menjamin terlaksananya penjaminan mutu terdapat pada tingkat fakultas yang dikenal dengan nama BPM Fakultas dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala BPM Institut Pendidikan Indonesia.

Jenis dokumen mutu SPMI yang terdapat di Institut Pendidikan Indonesia :

  1. Substansi level-1 (Kebijakan): Dokumen yang berisi uraian secara garis besar tentang bagaimana suatu perguruan tinggi memahami, merancang, dan mengimplementasikan SPMI Perguruan Tinggi dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi sehingga terwujud budaya mutu pada Perguruan Tinggi Tersebut
  2. Subtansi level-2  (Manual): Dokumen tertulis berisi petunjuk praktis mengenai cara, langkah, atau prosedur tentang bagaimana setiap standar dalam SPMI PT dirumuskan/ditetapkan, dilaksanakan, dievaluasi, dikendalikan, dan ditingkatkan secara berkelanjutan oleh pihak-pihak yang bertanggungjawab untuk melaksanakannya pada semua aras PT
  3. Susbstansi level-3 (Standar): Pernyataan tertulis yang berisi spesifikasi atau rincian tentang sesuatu hal yang khusus, yang memperlihatkan tujuan, cita-cita, keinginan, kriteria, ukuran, patokan, pedoman.
  4. Substansi level-4 (Formulir): Naskah/dokumen/buku yang berisi berbagai formulir yang berfungsi sebagai instrumen untuk merencanakan, menerapkan, mengendalikan, dan mengembangkan standar mutu. Formulir yang telah diisi disebut sebagai rekaman mutu, dan berfungsi sebagai bukti pelaksanaan kegiatan.

Pelaksanaan SPMI di IPI Garut dilakukan dengan siklus PPEPP (Penetapan Standar, Pelaksanaan Standar, Evaluasi Pelaksanaan Standar, Pengendalian Pelaksanaan Standar, dan Peningkatan Standar). Siklus tersebut menjadi arahan tahapan implementasi SPMI pada seluruh unit kerja. Rangkaian aktivitas tersebut digunakan oleh Badan Penjaminan Mutu di IPI Garut untuk menjamin jasa pendidikan yang dihasilkan telah sesuai standar mutu dan sasaran mutu yang ditetapkan IPI Garut serta memenuhi harapan stakeholders. Konsep PPEPP digambarkan dalam satu siklus berikut ini:

Gambar A.2. Siklus Implemementasi Sistem Penjaminan Mutu

  1. Penetapan (P) standar Dikti (SN Dikti) dan Standar Perguruan Tinggi (SN PT)

Dokumen SPMI yang telah disusun selanjutnya ditetapkan dalam siding senat

2. Pelaksanaan (P) Standar Dikti dan Perguruan Tinggi

Pelaksanaan standar terimplementasi dan melekat pada struktur organisasi yang berlaku di IPI Garut dan berada pada seluruh tingkatan secara berjenjang mulai dari tingkat institusi, fakultas, program studi, lembaga, dan unit terkait lainnya. Seluruh civitas academika wajib menaati standar IPI Garut.

3. Evaluasi Pelaksanaan (E) Standar Dikti dan Perguruan Tinggi

Evaluasi pelaksanaan standar SPMI dilakukan dengan dua cara, yaitu: melalui monitoring yang dilaksanakan satu semester sekali  dan Audit mutu internal (AMI) yang dilaksanakan satu tahun sekali..

4. Pengendalian Pelaksanaan (P) Standar Dikti dan Standar Perguruan Tinggi

Pengendalian standar dilakukan setelah pelaksanaan monitoring dan Audit Mutu Internal (AMI). Pengendalian kegiatan monitoring dilaksanakan dalam Rapat Evaluasi Monitoring (REM) tingkat fakultas/SPs, sedangkan untuk AMI dilaksanakan dalam Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) tingkat rektorat. Pelaksanaan REM dan RTM dilakukan untuk menindaklanjuti hasil monitoring dan AMI terkait pelaksanaan standar, dengan catatan: (a) apabila telah mencapai standar maka pelaksanaan standar tetap dipertahankan atau ditingkatkan. (b) apabila ditemukan penyimpangan ataupun terdapat kendala dalam pelaksanaan standar maka dilakukan perubahan seperlunya.

5. Peningkatan (P) Standar Dikti dan Standar Perguruan Tinggi (P)

Peningkatan standar dilakukan terhadap hasil yang sudah memenuhi SN Dikti dan  standar PT.  Peningkatan standar ditujukan  untuk mencapai kepuasan pemangku kepentingan (internal dan eksternal). Pengambilan keputusan atas Peningkatan Standar berdasarkan analisis SWOT